KRUI — Langkah segar diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam upaya membentengi masyarakat dari jerat kejahatan finansial sekaligus mempercepat roda ekonomi daerah. Bertempat di ruang kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Kabupaten Pesisir Barat, sebuah pertemuan penting digelar guna merancang strategi besar dalam memperkuat pemahaman keuangan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Kepala Dinas PMP Kabupaten Pesisir Barat, Bapak Rochmad, S.Sos., M.M., menyambut langsung kunjungan kerja sekaligus audiensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan PT Bank Lampung Kantor Cabang Krui. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif ini dihadiri oleh Bapak Dwi Krisno Yudi Pramono (Analis Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen) bersama Ibu Mentari selaku perwakilan OJK Lampung, serta Pimpinan Bank Lampung Cabang Krui, Bapak Hendrawan.
Fokus utama yang menjadi perbincangan hangat dalam audiensi ini adalah pematangan Rencana Kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan yang ditargetkan bagi seluruh lapisan masyarakat dan aparatur pemerintahan di lingkungan Kabupaten Pesisir Barat. Kolaborasi ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya memberikan bekal pengetahuan finansial yang kuat di era digital yang bergerak begitu cepat. Melalui program ini, masyarakat akan diajak untuk lebih cerdas dalam mengelola arus keuangan dan memanfaatkan layanan perbankan resmi.
Tidak hanya sekadar memberikan tips menabung, program edukasi yang sedang digodok ini juga dirancang sebagai perisai perlindungan konsumen. OJK Lampung berkomitmen memberikan edukasi preventif agar masyarakat Pesisir Barat dapat dengan mudah mengenali, menghindari, dan membentengi diri dari maraknya ancaman investasi bodong serta pinjaman online ilegal yang kerap meresahkan. Langkah ini menjadi krusial agar tidak ada lagi warga yang terjebak oleh bujuk rayu entitas keuangan ilegal.
Kepala Dinas PMP, Bapak Rochmad, menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif strategis ini. Menurutnya, penguatan literasi keuangan bagi aparatur dan masyarakat pekon (desa) merupakan fondasi utama dalam menciptakan ketahanan ekonomi yang mandiri. Ketika masyarakat paham cara mengelola aset dan modal dengan benar, maka potensi lokal yang ada di setiap pekon dapat dikembangkan secara lebih optimal dan produktif.
Audiensi ini menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang antara Pemkab Pesisir Barat, OJK, dan Bank Lampung. Dengan sinergi yang solid dari ketiga instansi ini, diharapkan program literasi keuangan tersebut dapat segera diimplementasikan secara merata di lapangan. Tujuannya satu, yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Pesisir Barat yang tidak hanya sekadar melek finansial, tetapi juga sejahtera, tangguh, dan berdaya saing tinggi.
